Antara keinginan, pilihan, dan takdir

28 10 2014

Azthan
Ibu nulis ini lagi di perjalanan menuju lokasi proyeknya debitur.

Nih ya… Percaya nggak

Dari jaman es em a karena jadi abege biasa biasa aja, bertekad suatu saat harus sukses. Haha bayangan sukses waktu itu, kaya di film film. Kalau liat film yang ceritanya esmud esmud itu, ibu suka bayangin, nanti kalau udah gede mau jadi pegawai kantoran, di gedung tinggi, di kota metropolitan, sibuk..

Hehehe
Baru tau.. Azthan, hati hati dengan impianmu

Menyesal dengan kondisi ibu sekarang?

Hihi
Nggak juga siih.. Banyak hal yang diinginkan, dimimpikan dulu, dan tidak didapatkan, tapi pasti lead to something better. Bukan better lagi, all d best for me.

Sekarang, dengan kerjaan ibu, jadi dikasih kesempatan untuk bergaul dengan banyak jenis usaha, banyak ngobrol n sharing dengan pengusaha-pengusaha sukses dan berpengalaman, pelajari pola bisnis mereka, resiko, peluang, buanyaaaak ilmunya. Tiap saat belajar. Karena tiap hari berhadapan dengan usaha yang berbeda beda.

Ya itu, ibu hanya berpesan, hati hati dengan impianmu.

Mungkin kalau dulu mimpinya jadi pengusaha sukses, bisa melebihi uyutmu ya hehehe… Salah setting bayangan nih. Makanya sekarang lagi merubah mind set.

Bayanginnya adalah menjadi ibu rumahan, ada di rumah tapi bergaji kantoran eh ralat, berpenghasilan melebihi yang punya kantor. Bisnis jalan, hobi makan makan enak dan jalan jalan sama kalian nya tetap bisa. Hihihi iya dong masa bayanginnya yang susah susah.

Nah itu bicara keinginan

Sekarang, bicara masalah pilihan.

Sekarangpun sebenarnya masih bisa untuk memilih.

Tinggal berani atau tidak untuk memilih. Dan akhirnya saat ini memilih jalanin dua duanya. Bisnis online iya, bisnis offline iya dan total kerja. Mudah mudahan dengan tidak mengesampingkan kalian. Kita masih bisa bercanda tertawa cekikikan tiap malam ya azthan, sabtu minggu pun masih bisa kok bersama kalian.

Nih ibu punya link bagus, buka ya?

http://rustikaherlambang.com/2010/02/02/susi-pudjiastuti/

Bagaimana mimpi, tekad kerja keras dan takdir bisa merubah siapapun.

Sukses milik siapapun nak

Kamu percaya? Bahkan Martha Tilaar ahlinya kecantikan indonesia dulunya adalah seorang slow learner. Hehehe itu yang bikin ibu semangat, karena ibu bukan si cerdas luar biasa dan si serba bisa, harus sabar pelan pelan dan kerja keras;). Harus semangat selalu dong azthan. Azka.. Athan.. Kalian bisa!

Ayo kita bermimpi. Jangan membatasi diri untuk bermimpi menjadi apapun sebatas itu tidak melanggar hak dan kewajibanmu sebagai umatNya. Hehe biar tidak sia sia hidup kita yang cuma 1.5 jam menurut skala waktu akhirat. Surga dong target kita. Ya nak yaaa…

Ayoo ayooo semangat. (Nulis ini melanjutkan tulisan kmrn waktu perjalanan ke Bandung, liat proyek mobil jihandak punya debitur, siapa tau bisa buat obat sakit kepala-edisi peniiiing sakit kepala-.)

O iya
Sekarang kalau ditanya Fathan mau jadi apa??
Jadi arsitek, yang bisa bangun bandara yang ada stasiun kereta apinya (efek lagi suka pesawat dan kereta api)
Kalau azka?
Aku mau jadi guru, gitu kata azka.

Ow ow ow.. Guuuud 😉

Bermimpilah
Raihlah
Syukurilah


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: